021 - 7804526
berita
"Perbankan harus lebih percaya kepada Peternak"
Sulwesi Selatan/PPHP News. Perbankan sebaiknya lebih memberikan kepercayaan kepada peternak dalam bentuk pinjaman khusus sebagai upaya peningkatan produksi susu untuk memenuhi kebutuhan nasional. Masih rendahnya produksi susu segar, tidak terlepas dari faktor kepemilikan ternak sapi perah yang rata-rata 2 ekor per kepala keluarga.

04 Jun 2014

Sulwesi Selatan/PPHP News. Perbankan sebaiknya lebih memberikan kepercayaan kepada peternak dalam bentuk pinjaman khusus sebagai upaya peningkatan produksi susu untuk memenuhi kebutuhan nasional. Masih rendahnya produksi susu segar, tidak terlepas dari faktor kepemilikan ternak sapi perah yang rata-rata 2 ekor per kepala keluarga. Menurut Menteri Pertanian Suswono “idealnya peternak memiliki 10 ekor sapi” untuk merealisasikannya, maka sebaiknya ada “Skim khusus” yang diperuntukan bagi peternak dalam upaya peningkatan produksi”. Rendahnya produksi berdampak pada ketergantungan akan susu impor dan konsumsi yang masih rendah.

Tahun 2013 total nilai impor susu dan produk susu mencapai USD. 904,9 juta, angka ini meningkat jika dibandingkan dengan total nilai impor tahun 2009 sebesar USD.460,1 juta.. Disisi lain tingkat konsumsi susu masyarakat indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya yaitu Hanya 12 liter per tahun.

Tahun 2014 Pemerintah menargetkan produksi susu sebesar 1,245 juta ton, dengan produktivitas 10,49 liter perhari dari populasi sapi sebesar 748.500 ribu ekor  dan tingkat konsumsi diharapkan dapat mencapai 13 ,4 kg per kapita pertahun.demikian disampaikan Suswono di Peringatan Puncak Hari Susu Nusantara 1 Juni 2014 di Pantai Losari, Makassar. Suswono menambahkan target peningkatan produksi untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari Negara negara ASEAN, diantaranya Malaysia yang tingkat konsumsi perkapita pertahun mencapa 36,2 kg per kapita pertahun, Thailand 22,2 kg dan Philipina 17,8 kg perkapita per tahun.(hn/)

Sulwesi Selatan/PPHP News. Perbankan sebaiknya lebih memberikan kepercayaan kepada peternak dalam bentuk pinjaman khusus sebagai upaya peningkatan produksi susu untuk memenuhi kebutuhan nasional. Masih rendahnya produksi susu segar, tidak terlepas dari faktor kepemilikan ternak sapi perah yang rata-rata 2 ekor per kepala keluarga. Menurut Menteri Pertanian Suswono “idealnya peternak memiliki 10 ekor sapi” untuk merealisasikannya, maka sebaiknya ada “Skim khusus” yang diperuntukan bagi peternak dalam upaya peningkatan produksi”. Rendahnya produksi berdampak pada ketergantungan akan susu impor dan konsumsi yang masih rendah.

Tahun 2013 total nilai impor susu dan produk susu mencapai USD. 904,9 juta, angka ini meningkat jika dibandingkan dengan total nilai impor tahun 2009 sebesar USD.460,1 juta.. Disisi lain tingkat konsumsi susu masyarakat indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya yaitu Hanya 12 liter per tahun.

Tahun 2014 Pemerintah menargetkan produksi susu sebesar 1,245 juta ton, dengan produktivitas 10,49 liter perhari dari populasi sapi sebesar 748.500 ribu ekor  dan tingkat konsumsi diharapkan dapat mencapai 13 ,4 kg per kapita pertahun.demikian disampaikan Suswono di Peringatan Puncak Hari Susu Nusantara 1 Juni 2014 di Pantai Losari, Makassar. Suswono menambahkan target peningkatan produksi untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari Negara negara ASEAN, diantaranya Malaysia yang tingkat konsumsi perkapita pertahun mencapa 36,2 kg per kapita pertahun, Thailand 22,2 kg dan Philipina 17,8 kg perkapita per tahun.(hn/)

berita lain
BUTUH INFORMASI?
TANYAKAN STAFF KAMI
021-7804526
5 HARI SEMINGGU
MULAI 08.00 WIB SAMPAI 17.00 WIB
layanan publik

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-