021 - 7804526
berita
Petani Bisa Dapatkan Nilai Tambah Melalui Rumah Pengemasan
Ada tiga bagian dalam menjual produk hasil pertanian, yang pertama petani bisa menjual secara langsung dalam bentuk segar kepada konsumen, yang kedua produk disimpan di cool storage sebagai antisipasi harga yang fluktuatif, jika harga membaik tetap dapat dijual kepada konsumen, dan ketiga adalah menjual dalam bentuk olahan yang dikemas. Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertanian Rusman Hariawan

23 Jun 2014

Mataram.PPHP.News; Ada tiga bagian dalam menjual produk hasil pertanian, yang pertama petani bisa menjual secara langsung dalam bentuk segar kepada konsumen, yang kedua produk disimpan di cool storage sebagai antisipasi harga yang fluktuatif, jika harga membaik tetap dapat dijual kepada konsumen, dan ketiga adalah menjual dalam bentuk olahan yang dikemas. Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertanian Rusman Hariawan ketika meresmikan Sentra Pengemasan Hortikultura atau Rumah Kemas produk Hortikultura di Mataram, Nusa Tenggara Barat (21/6).

Rusman menambahkan sentra pengemasan hortikultura ini sebenarnya adalah sebagai upaya dalam memberikan nilai tambah dan daya saing bagi petani melalui pengolahan produk hortikultura yang variatif, yang dikemas sesuai standar, baik dari aspek perlindungan produk maupun segi estetikanya. Selama ini ketika musim panen tiba, petani dipusingkan dengan produknya yang sebagian tidak terjual, dan yang terjadi adalah panic selling, dari pada produk menjadi busuk, akhirnya dijual dengan harga yang murah. Keberadaan sentra pengemasan sebagai rangkaian terakhir sebelum produk yang dihasilkan dikonsumsi oleh masyarakat.

Sementara itu Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Emilia Harahap mengatakan bahwa sentra pengemasan sebagai skala yang cocok untuk petani dalam upaya meraih nilai tambah serta lebih memberikan kepastian. Beliau menambahkan, “ diharapkan keberadaan sentra pengemasan ada 1 disetiap Kabupaten”. Saat ini sudah ada 372 sumah pengemasan yang tersebar di 300 Kabupaten,

Sumah pengemasan hortikultura di kota mataram diresmikan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Hariawan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Nur, Dinas Pertanian Propinsi, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian beserta Eselon II lingkup Direktorat Jenderal PPHP, Asosiasi Pengolah Hortikultura (ASPEHORTI). hn/

Mataram.PPHP.News; Ada tiga bagian dalam menjual produk hasil pertanian, yang pertama petani bisa menjual secara langsung dalam bentuk segar kepada konsumen, yang kedua produk disimpan di cool storage sebagai antisipasi harga yang fluktuatif, jika harga membaik tetap dapat dijual kepada konsumen, dan ketiga adalah menjual dalam bentuk olahan yang dikemas. Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertanian Rusman Hariawan ketika meresmikan Sentra Pengemasan Hortikultura atau Rumah Kemas produk Hortikultura di Mataram, Nusa Tenggara Barat (21/6).

Rusman menambahkan sentra pengemasan hortikultura ini sebenarnya adalah sebagai upaya dalam memberikan nilai tambah dan daya saing bagi petani melalui pengolahan produk hortikultura yang variatif, yang dikemas sesuai standar, baik dari aspek perlindungan produk maupun segi estetikanya. Selama ini ketika musim panen tiba, petani dipusingkan dengan produknya yang sebagian tidak terjual, dan yang terjadi adalah panic selling, dari pada produk menjadi busuk, akhirnya dijual dengan harga yang murah. Keberadaan sentra pengemasan sebagai rangkaian terakhir sebelum produk yang dihasilkan dikonsumsi oleh masyarakat.

Sementara itu Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Emilia Harahap mengatakan bahwa sentra pengemasan sebagai skala yang cocok untuk petani dalam upaya meraih nilai tambah serta lebih memberikan kepastian. Beliau menambahkan, “ diharapkan keberadaan sentra pengemasan ada 1 disetiap Kabupaten”. Saat ini sudah ada 372 sumah pengemasan yang tersebar di 300 Kabupaten,

Sumah pengemasan hortikultura di kota mataram diresmikan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Hariawan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Nur, Dinas Pertanian Propinsi, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian beserta Eselon II lingkup Direktorat Jenderal PPHP, Asosiasi Pengolah Hortikultura (ASPEHORTI). hn/

berita lain
BUTUH INFORMASI?
TANYAKAN STAFF KAMI
021-7804526
5 HARI SEMINGGU
MULAI 08.00 WIB SAMPAI 17.00 WIB
layanan publik

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-